
Jika memang harus pergi, biarlah pergi...
jika memang harus meninggalkan, biarkan terlepas.....
ku ingin menikmati waktu yang masih panjang ini,
ku ingin semua terkabul sesuai harapan....
jika cinta harus pergi....biarkan pergi,
jika cinta harus ku tinggalkan, biarkan ku lepaskan,
biarlah angin yg membawa cinta itu, mengikuti sang waktu...
ku hanya berharap waktu ini cepat berlalu, hingga ku dapat mewujudkan impianku...
biarlah waktu membawa ia pergi, hingga ia datang dengan sendirinya
datang dengan waktu yg tepat, hingga aku pun bisa tersenyum tuk menyambutnya.....
Aku yakin waktu kan membawa cinta itu kembali padaku..
bawalah pergi cintaku...................
Read More......

Tanpa bintang....
Tahun ini tepat tujuh tahun kami tak bersama dengannya sejak 'perpisahan' yg memilukan itu, tahun 2004 silam dia memilih untuk meninggalkan kami, dengan sebab yg kadang kami sendiri tak mengerti. Padahal kami masih sangat membutuhkannya untuk senantiasa mendampingi kami dalam suka maupun duka.
Tanpa bintang....
Sejak perpisahan itu, kami belajar untuk mandiri, bertahan dan terus melanjutkan hidup dengan berbagai persoalan yg datang menyerang tanpa kenal waktu dan kondisi. Hingga kami pun mampu melewati semua duri yg menyisakan luka, hingga kami bisa melewati badai yg tidak jarang menghempaskan kami jauh terpelanting hingga kami pun harus terus belajar tuk tetap bangkit meski tertatih.
Tanpa bintang....
setiap kali orang lain menanyakan tentang 'dia' mulut kami tak sanggup tuk mengatakan jawabannya, dengan berbagai alasan dan cara kami berusaha mengalihkan pembicaraan.
Tanpa bintang.....
kami harus tutup telinga dari omongan orang lain, dari segala macam fitnah yg timbul karena kami tak lagi bersamanya. Hanya luka yg menyisakan perih di hati kami. Tapi kami pun tetap berusaha tuk menepis itu semua, agar kami tetap melangkah melewati hidup yg tak sempurna ini.
Tanpa Bintang ..... malam kan tetap berlalu
Tanpa bintang ..... Rembulan kan tetap bersinar indah
Tanpa bintang ..... hidup kan terus berjalan...hingga akhir waktu..
Tanpa bintang ..... kami kan tetap tersenyum pada dunia meski luka itu masih ada..
*goresan hati : Fitri*
Read More......

Di Bawah Langit-NYA....
segala kekuasaan-NYA sangat tampak,
segala kemahabesaran-NYA terlihat jelas
segala nikmat-NYA terbentang luas tak terhingga
segala karunia tak terhitung oleh bilangan..
di bawah langit-NYA
manusia justru menampakkan kesombongan,
lupa siapa yg menciptakannya, seolah menjadi jelmaan fir'aun,
bersujudpun susah tuk tertunaikan...
astagfirullah......
sedangkan kematian kan selalu mengikuti..
tak kenal waktu ataupun usia,
jika IA berkehendak maka sekejap saja semua kan berakhir...
di bawah langit-NYA...
ada hamba-hamba yg senantiasa merindukan-NYA
hamba yg merindukan perjumpaan dengan-NYA
hamba yg rela mengorbankan segalanya tuk meraih cinta-NYA
hamba yg senantiasa merendahkan diri dihadapan-NYA
hamba yg selalu menetaskan airmata disetiap sujud panjangnya
di bawah langit-NYA
skenario-NYA berjalan sesuai ketetapan-NYA yg tercatat di lauwh mahfuz
manusia harus bersedia ikhlas tuk menerima apapun ketetapan-NYA
sebab...dibawah langit-NYA tersimpan sebuah misteri
misteri hidup yg kan terungkap atas nama cinta-NYA, atas nama kehendak-NYA
manusia hanya perlu selalu berhusnudzon kepada SANG KHALIK.....
di bawah langit-NYA
ada cinta, perjuangan, kekuatan tuk bertahan agar tetap berada di jalan-NYA
hingga kebahagian yg hakiki itu dapat dirasakan.
By : Fitri zahra
"Tulisan pertama pada malam pertama Ramadhan 1431 H
sebgai ungkapan syukurku krna masih diberikan waktu tuk merasakan ramadhan tahun ini"
Read More......

Kuliah, kerja dan Dakwah
Merupakan rangkaian dalam satu amanah, yang dimana masin2g harus berjalan secara balance dalam kehidupan. Ketiganya memiliki skala priotas, skala ratio dan skala interval sehingga terkadang salah satunya ada yang terabaikan.
Tidak menutup kemungkinan kita diperhadapkan dalam dilema dari ketiganya sehingga skala prioritas pun tergoyahkan oleh skala ratio yang disebabkan karena keadaan ataupun kondisi.
Dilema yg biasa terjadi, terutama dari pengalaman pribadi yakni ada saatnya kuliah jadi prioritas yg bertabrakan dengan kerjaan dan kewajiban dakwah. Yang dimana kita tahu dakwah merupakan kewajiban kita sebagai hamba-NYA yg harus tertunaikan meski situasi dan kondisi bertolak belakang dari kewajiban dakwah itu.
Begitupun halnya dengan kerja, ada saatnya kondisi tak memungkinkan bagi kita untuk tetap menunaikan keduanya, kerja dan dakwah. Hal ini lumrah, sebab kita adalah manusia biasa yg memiliki banyak kekurangan, sehingga ada saatnya salah satu dari ketiga amanah tersebut terabaikan.
Kuliah, kerja dan Dakwah
Satu mata rantai yang menuntut kita untuk pandai memanage waktu, emosi dan logika sebab ketiganya memiliki unsur terpenting dalam pemahaman kita terhadap kewajiban dunia dan akhirat.
namun ketiga mata rantai diatas secara tidak langsung mampu melatih kita untuk berada pada kebijaksanaan jika kita mampu menunaikan ketiganya terlepas dari skala prioritas, interval dan ratio tersebut. Sehingga kita pun akan merasakan kemenangan yang hanya bisa dirasakan oleh hati dan jiwa kita.
Ketika kita sedang beristirahat cobalah untuk merasakan betapa kita telah meraih kemenangan jika ketiga amanah diatas mampu tertunaikan hari ini, esok ataupun nanti.
Kuliah, Kerja dan Dakwah
Memerlukan stamina yg kuat untuk bisa menjalani ketiganya, sebab kalo kita sakit tentunya ketiganya akan berhenti meskipun hanya sesaat.
Dan tentunya memerlukan atmosfir agar kita senantiasa istiqomah, senantiasa semangat meskipun terkadang ada keluhan yang terlontarkan.
Ikhlas, sabar dan tawakkal adalah atmosfir bagi jiwa kita, untuk tetap teguh dan tangguh melaksanakan amanah-amanah tersebut.
yang nantinya, kita akan memetik "buah" yang manis, tidak hanya di dunia namun di akhirat kelak, bukankah Rasulullah berpesan bahwa "Berkerjalah seolah engkau akan hidup selamanya, dan Beribadahlah engkau seolah kau akan mati esok"
Saya yakin kita akan mampu menunaikan ketiganya, sebab kita tahu kita akan memetik "buah" manis itu tidak hanya satu tapi sebanyak yang kita inginkan,
sebanyak tetesan keringat dan sebanyak waktu yg dikorbankan untuk menunaikan ketiganya.
yakinlah sobat...^_^
oleh :
- Fitri zahra -
(tulisan ini lahir dari dilema ketiganya ^_^ )
Makassar, 22 Juli 2010
Read More......

Bila sholat dijadikan kebutuhan..
seperti tubuh yg memerlukan nutrisi,
tentu tak ada lagi kata berat menunaikannya.
Bila sholat dijadikan kebutuhan..
seperti tubuh yg memerlukan pakaian untuk menutupi aurat,
tentu diri sangat malu jika tak melaksanakannya,
Bila sholat dijadikan kebutuhan...
seperti tubuh yg memerlukan nafas untuk tetap hidup
tentu kan senantiasa ditunaikan meski tubuh dalam keadaan sekarat,
Bila sholat dijadikan vitamin buat Ruh..
tentu kan tercipta akhlak yg baik, dengan shalat khusyunya..
namun, entah kenapa kita masih sulit menunaikannya?
sedangkan Sang Pencipta tak pernah meminta bayaran atas Nafas yg masih diberikan hingga saat ini,
jantung yg masih berdetak karena kehendak-NYA, rejeki yg tak pernah putus dari-NYA,
lalu kenapa diri kita begitu sulit tuk menunaikan sholat?
sedangkan amal yg pertama dihisab adalah SHOLAT, bukan yg lain dulu..
sahabat.....
Penyesalan itu memang selalu dibelakang,
jangan sampai ketika 'masa' itu tiba kita kan menyesal,
masa dimana mulut dikunci,
masa dimana manusia berteriak memohon minta kepada Rabbnya agar dihidupkan kembali ke dunia, dgn dalih kan melaksanakan semua perintah-NYA, sudah tidak ada artinya lagi.
sahabat...
bertanyalah pada hati nuranimu,
apakah dua kali kau dilahirkan ke dunia?? tentu tidak,
sebab itu, selagi masih ada waktu..selagi pintu taubat-NYa masih terbuka Sholatlah..
sahabat...
ketahuilah, Allah TIDAK AKAN RUGI jika kita tidak sholat
yg rugi dan celaka adalah kita sendiri
sebab masing2 manusia kan mempertanggungjawabkan dirinya dihadapan Allah kelak,
namun IA akan murka jika untuk menyembah-NYA saja, kita begitu sulit menunaikannya.
sahabat...
masih ada waktu,
nafas masih diberikan,
jantung masih berdetak,
gunakanlah semua itu tuk menyembah-NYA,
karena sholatmu, bukti rasa syukurmu pada-NYA.
ayo Sholatlah...^_^
by : Fitri zahra
Makassar, 6 Juli 2010
Read More......