Kota suci Mekkah di masa akan datang.....
Menurut info yg saya baca dari situs yang memuat gambar Kota Mekkah ini, beginilah mekkah di tahun yang akan datang,
SUBHANALLAHH.....LUAR BIASAA
Pengen banget kesanaa
aminnnn
Mekkah..... ..Wait me...T_T
Diposting oleh Berawal dari kerendahan Hati | Permalink | 0 komentar
RAPUH..............
Meski ku rapuh dalam langkah.....
kadang tak setia kepada-MU
namun cinta dalam jiwa hanyalah pada-MU
Maafkanlah bila hati...
tak sempurna mencintaimu
dalam dada kuharap hanya diri-Mu yg bertahta.....
Masih ingat kan bait lagu ini?yang dinyanyikan oleh opick yg begitu menyentuh hati jika mendengarnya,
yaah..memang opick begitu pintar tuk mengungkapkan hati yang sangat sensitif, pendengar seakan dibawa tuk memahami kekuasaan Allah disetiap bait2 lagunya. Pujian dan penyesalan tertuang dalam suatu bait nyanyian yg memukau.
manusia tak kan pernah lepas dari salah dan dosa, baik yg disengaja maupun tdk disengaja,
karna manusia bukan malaikat yg tak punya dosa dan juga bukan iblis yg menentang perintah Allah, dia insan yang tercipta dengan kelebihan dan kekurangan masing2, dengan kelupaan akan sesuatu.
Namun, hal itu bukan sebagai alasan tuk kita berhenti dari jalan yang Allah telah tunjukkan pada manusia, semua tergantung manusianya harus memilih jalan yang mana tuk melangkah.
Terkadang kita merasa rapuh, jika kita sudah merasa lelah dan letih dengan berbagai persoalan yang timbul, hal ini pastilah dialami, atau juga kadang kita terlalu terlena oleh kesenangan dunia, lupa untuk bersyukur, lupa untuk mengingat siapa yg memberikan kenikmatan itu. Astaghfirullah.....
Begitu banyak khilaf dalam diri, begitu banyak kenikmatan yg diberi, namun sangat sedikit diri ini tuk bersujud syukur kehadapan-Nya, akankan diri ini terus begini? akankan kita menutup mata hati tuk mengakui bahwa dari Dialah segala kenikmatan dan keberkahan yg didapat ??
JANGANLAhh,.....karna pastilah diri akan termasuk orang yg merugi, orang yang buta hati dan tuli dari mengingat Allah...Naudzubillah min dzalik.....
Maafkan kami ya Rabb......ampunilah kami, maafkan kami yang kadang tak menyadari bahwa kami rapuh, sesungguhnya Engkaulah pemilik seluruh alam jagat raya ini, dan kepada-Mu lah kami akan kembali.
Detik waktu terus berlalu semua kan berakhir pada-MU
goresan hati :
fee_3
Diposting oleh Berawal dari kerendahan Hati | Permalink | 0 komentar
Tuk perempuan terhebat dalam hidupku....
Mama.... MOM , I love U.... SELAMAT HARI IBU ^_^
Tahukah engkau? engkau bukan hanya wanita lembut
bukan hanya wanita yang penuh kasih dan sayang
bukan pula sekedar wanita yang tegar
engkau tidak hanya secantik kelopak mawar dan wangi semerbak melati
Mama.....
Tahukah engkau? setiap hembusan nafasku, setiap detak jantungku
dan tetesan darahku ini kupersembahkan untukmu
walaupun itu belumlah cukup dan tak'kan pernah cukup
untuk membalas semua budimu kepadaku
maafkan anakmu ini yang banyak kesalahan
Mama....
Tak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan rasa sayang dan cintaku padamu
masih sedikit hal yang bisa kulakukan buatmu
sedangkan engkau begitu banyak pengorbanan buatku
bahkan jika ku sakit engaku selalu ada buatku
ku sayang mama.......
Mama.........
ketika melihatmu tidur, aura kasih sayang itu tampak jelas dimataku
rasa lelah dan letih tertampak dari tidurmu yang lelap
namun tak tampak jika esoknya engkau bangun dengan senyum yang menyejukkan
Tahukah kau sahabat, bagiku beliau adalah BIDADARI
yang diciptakan SANG KHALIK untuk membimbingku
dari keringnya hati dan kerontangnya jiwa
Ya Rabb...lindungi dan sayangi bidadariku
layaknya beliau melidungi dan menyayangiku
dari lubuk hati yang paling dalam....
Diposting oleh Berawal dari kerendahan Hati | Permalink | 3 komentar
Temanku Mati Terbakar
Abu Abdillah berkata: "Aku tak tahu, bagaimana harus menuturkan kisah ini padamu. Kisah yang pernah kualami sendiri beberapa tahun lain, sehingga mengubah total perjalanan hidupku. Sebenarnya aku tak ingin menceritakannya, tapi demi tanggung jawab di hadapan Allah, demi peringatan bagi para pemuda yang mendurhakai Allah dan demi pelajaran bagi para gadis yang mengejar bayangan semu, yang disebut cinta, maka kuungkapkan kisah ini.
Ketika itu kami tiga sekawan. Yang mengumpulkan kami adalah kesamaan nafsu dan kesia-siaan. Oh tidak, kami berempat. Satunya lagi adalah setan. Kami pergi berburu gadis-gadis. Mereka kami rayu dengan kata-kata manis, hingga mereka takluk, lain kami bawa ke sebuah taman yang jauh terpencil. Di sana, kami berubah menjadi serigala-serigala yang tak menaruh belas kasihan mendengar rintihan permohonan mereka, hati dan perasaan kami sudah mati. Begitulah hari-hari kami di taman, di tenda, atau dalam mobil yang di parkir di pinggir pantai.
Sampai suatu hari, yang tak mungkin pernah saya bisa melupakannya, seperti biasa kami pergi ke taman. Seperti biasa pula, masing-masing kami menyantap satu mangsa gadis, ditemani minuman laknat. Satu hal kami lupa, saat itu, makanan. Segera salah Seorang di antara kami bergegas membeli makanan dengan mengendarai mobilnya. Saat ia berangkat, jam menunjukkan pukul enam sore. Beberapa jam berlalu, tapi teman kami itu belum kembali. Pukul sepuluh malam, hatiku mulai tidak enak dan gusar. Maka aku segera membawa mobil untuk mencarinya.
Di tengah perjalanan, di kejauhan aku melihat jilatan api. Aku mencoba mendekat. Astaghfirullah, aku hampir tak percaya dengan yang kulihat. Ternyata api itu bersumber dari mobil temanku yang terbalik dan terbakar. Aku panik seperti orang gila. Aku segera mengeluarkan tubuh temanku dari mobilnya yang masih menyala. Aku ngeri tatkala melihat separuh tubuhnya masak terpanggang api. Kubopong tubuhnya lalu kuletakkan di tanah.
Sejenak kemudian, dia berusaha membuka kedua belah matanya, ia berbisik lirih: "Api..., api...!"
Aku memutuskan untuk segera membawa ke rumah sakit dengan mobilku. Tetapi dengan suara campur tangis, ia mencegah: ";Tak ada gunanya.. aku tak akan sampai...!
Air mataku tumpah, aku harus menyaksikan temanku meninggal dihadapanku. Di tengah kepanikanku, tiba-tiba ia berteriak lemah: "Apa yang mesti kukatakan pada-Nya? Apa yang mesti kukatakan padaNya?"
Aku memandanginya penuh keheranan. "Siapa?" tanyaku. Dengan suara yang seakan berasal dari dasar Sumur yang amat dalam, dia menjawab: "Allah!"
Aku merinding ketakutan. Tubuh dan perasaanku terguncang keras. Tiba-tiba temanku itu menjerit, gemanya menyelusup ke setiap relung malam yang gulita, lain kudengar tarikan nafasnya yang terakhir. Innanlillaahi wa innaa ilaihi raaji 'uun.
Setelah itu, hari-hari berlalu seperti sedia kala, tetapi bayangan temanku yang meninggal, jerit kesakitannya, api yang membakarnya dan lolongannya "Apa yang harus kukatakan padaNya? Apa yang harus kukatakan padaNya?", seakan terus membuntuti setiap gerak dan diamku.
Pada diriku sendiri aku bertanya: "Aku,... apa yang harus kukatakan padaNya?"
Air mataku menetes, lain sebuah getaran aneh menjalari jiwaku. Saat puncak perenungan itulah, sayup-sayup aku mendengar adzan Subuh menggema: "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu Anla Ilaaha Illa Allah... Asyhadu Anna Muhammadar RasuluNah... Hayya 'Alash Shalaah..."
Aku merasa bahwa adzan itu hanya ditujukan pada diriku saja, mengajakku menyingkap fase kehidupanku yang kelam, mengajakku pada jalan cahaya dan hidayah. Aku segera bangkit, mandi dan wudhu, menyucikan tubuhku dari noda-noda kehinaan yang menenggelamkanku selama bertahun-tahun.
Sejak saat itu, aku tak pernah lagi meninggalkan shalat. Aku memuji Allah, yang tiada yang layak dipuji selain Dia. Aku telah menjadi manusia lain. Maha Suci Allah yang telah mengubah berbagai keadaan. Dengan seizin Allah, aku telah menunaikan umrah. Insya AIlah aku akan melaksanakan haji dalam waktu dekat, siapa yang tahu? Umur ada di tangan Allah.
Sumber : dudung.net
Diposting oleh Berawal dari kerendahan Hati | Permalink | 0 komentar






