catatan yg lahir dari lubuk hati terdalam, ketika hanya dengan menulis menjadi teman dikala duka.....

Belajar dari Sholat kita....

Terkadang kita akan mengalami yang namanya kejenuhan atau boleh dibilang membosankan. Entah itu karna aktifitas kita yg seebrek yang begitu menyita banyak waktu...dan aktifitas itu harus dilakuakan tiap hari secara terus menerus tanpa ada suatu jeda waktu ntuk melakukan aktifitas lainnya. sebabnya itu kejenuhan akhirnya menerpa diri kita sendiri, mengapa bisa demikian?tentu saja jawabannya karena kita tidak mencoba tuk memulai hal yg lain hal yg bisa membuat hidup kita tidak menoton oleh aktifitas yg itu2 saja. Contohnya, kita hanya mempunyai waktu yg paginya mulai jam 8 sampe jam 5 sore ato bisa saja lembur, trus sepulang kerja kita hanya di rumah, duduk nonton, kalo dah capek nonton tidur, itu saja terus menerus tiap hari. Tanpa ada kegiatan lainnya. Apalagi bagi mereka yang gak pernah menjalankan kewajibannya sebagai hamba,yang dia pikir hanya kesibukan dunia. Inilah yang gak seimbang dan inilah hal yg membuat kejenuhan itu muncul.

Ada banyak cara untuk menghilangkan kejenuhan tersebut. Salah satunya menyadari bahwa diri memerlukan 'istirahat' dalam artian istirahat dengan jiwa dan pikiraan yg tenang, sebab yang membuat kejenuhan itu timbul oleh kelelahan hati dan jiwa, bukan saja kelelahan fisik. Saya pun pernah merasakan hal yang sama. Istirahat disini yang ku maksud, yakni dengan "Sholat", sholat??naah timbullah pertanyaan kok sholat bisa ntuk istirahat?bukannya itu malah membuat kita makin capek?kan sholat memiliki gerakan2 yang membuat kita cukup melelahkan?hehehhehe.....kalo ada yg bilang gini, ketawa ja' dengarnya,..kasiannya deeh...berarti tuh orang belom memaknai sholat itu sendiri...makanya itu simakki baji2 pemaparanku naah..:d

Begini cez, Kenapa saya sampe bilang sholat itu bisa sebagai sarana 'istirahat'?saya pernah baca salah satu buku, tapi saya lupa mi judulnya..:d, saya tarik kesimpulan dalam buku itu..diantaranya... Pertama, Sholat jika dilakukan dengan keikhlasan hati dan kita membutuhkan sholat itu, maka kan terasa dengan sendirinya sholat itu seakan mengobati segala rasa lelah yg kita alami..coba miki saja....^_^
Kedua,
kita bisa berkomunikasi kepada Sang Khalik, walapun kita tidak bisa melihatnya..namun cobalah merasakan kalo DIA melihat kita yang sedang sujud tersungkur dihadapannya, cobalah ntuk merasakan betapa DIA begitu dekat dengan kita, namun terkadang kita yg selalu jauh dari-NYa, padahal yg beri kita nafas, yang beri kita tubuh yang sempurna dengan materi yg selalu ada hanya Allah SWT semata, namun kenapa kita tidak peka dengan ke Maha Besaran-NYA. Sungguh kalo kita demikian, kita termasuk orang yang merugi...Naudzubillah min dzalik daahh...:d

Terakhir ato ketiga.....Ketika sholat jagalah keikhlasan itu, dan berserah dirilah dengan sungguh2, lepaskan segala kejenuhan dan kebosanan dan apa aja yg membuat kita stress, lelah, dan capek dengan memperpanjang sujud. Karena Allah sangat dekat dengan hamba-NYA tatkala kita sujud, rasakan DIA begitu dengan dengan jiwa dan raga kita....

Naah..itulah beberapa pemaparan saya, walaupun sangat sederhana mudah2an bisa sedikit membantu, maklum penulisnya juga masih minim ilmu...kalo ada kritik dan saran silahkan saja..:)

Kesimpulannya......sarana kita tuk beristirahat bukan saja tidur atau refresing, bisa kok dengan sholat...hanya saja kita bisa merasakannya apabila ikhlas itu senantiasa kita jaga, dan percayalah kalo Allah begitu dekat dengan kita..insya Allah
dan satu lagi..semua itu tidak akan bisa tercapai apabila kita tidak pernah bermula dari kerendahan diri dihadapan-NYa, oleh karna itu selalu berawal dari kerendahan hati..^_^

Salam hangat....
Fee3

Read More......

Mencintai tanpa syarat...

Pernah baca gak kisah pak suyatno yg merawat istrinya selama 25 tahun, kalo belom pernah baca baiklah saya akan menceritakan kembali, ini kisah nyata lho. Sangat bagus buat para suami & calon suami……. baca ya!!!!…..Buat istri & calon istri juga boleh… semoga bermanfaat:)Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.mereka menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak
bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” . dengan air mata
berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.” Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia
telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya
4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

Subhanallah, betapa indahnya cinta…..Dan cinta Allah…..
Dialah…Allah yang memberikan cinta yang lebih besar dari cinta yang bisa akhi dan ukhti berikan kepada-Nya..

Mencintai tanpa syarat, mengapa harus demikian? karna jika mencintai dengan adanya syarat tidak akan bisa bertahan lama, sebab cinta itu akan sirna dengan pudarnya syarat itu. Menerima seseorang tuk menjadi pendamping hidup kita dengan syarat dia harus cantik/tampan atau memiliki pendidikan tinggi atau berprofesi apa, dia menerima bukan karna cinta, tapi karna syarat....cinta bukan lahir dari syarat tapi cinta lahir dari ketulusan hati, dari ketulusan jiwa yg menerima segala kekurangan tanpa melihat sebarapa banyak kelebihannya.

inilah cinta yang sebenarnya, seperti rasa cinta kita pada-NYa. Sudahkah kita juga bisa mencintai-Nya tanpa syarat….???


Read More......

PELATIHAN HEART INTELLIGENCE

Pelatihan HI yg kemarin diadakan di media cantre PKS, begitu menguggah jiwa para kader dakwah terutama akhwat tuk terus berkiprah di kancah perpolitikan indonesia yang merupakan lahan amal dakwah. Kader akhwat bukan hanya dituntut tuk menjalankan amanah sebagai seorang istri ataupun seorang ibu, tapi dituntut pula tuk terus maju dalam medan dakwah ini tanpa mengenal lelah ataupun stress. Pelatihan itu membangkitkan kembali semangat berjuang dengan mengutamakan keikhlasan dan semangat tuk terus bekerja tanpa adanya pamrih, semua demi kejayaan islam kedepan. Dengan pemberi materi oleh ust.Basuki dari jogya, membuat akhwat begitu memahami dan mengerti betapa pentingya peran seorang muslimah dalam perang dakwah ini, ulasan demi ulasan tentang kecerdasan hati yg dibawakan oleh beliau seakan imun baru dan timbulnya semangat tuk bangkit kembali, bangkit dari keterputusasaan karna kekalahan pilkada kemarin. Karna harapan itu selalu ada ^_^

Diantara penjabarannya, yg saya paling ingat yakni proses membangun kecerdasan hati agar selalu ikhlas dengan cara mensinergikan ketiga potensi fitrah manusia, yaitu antar Rasio(IQ), sehingga cerdas dan melahirkan simpati, Rasa(EI) sehinggat lahirlah trampil dam empati, dan Iman (SI) sehingga taqwa dan lahirlah telepati, dengan harapan dapat dijadikan stimulan untuk mendukung terciptanya manusia unggul (Ulil Albab) terpadu dalam IQ,EI dan SI, secara rumus bentuknya begini HI=IQ+EI+SI.
Hampir sama dengan penjabaran agus ginanjar dalam buku 'ESQ, tapi ada sedikit perbedaan karna menyangkut pembahasan "hati" yg meliputi hati yang fisik maupun nonfisik. Hati fisik yakni hati kasar yg berupa liver/hepar/heart, sedangkan hati yang nonfisik (halus)disebut dengan akal. Potensi fitrah yang akan dikuatkan dalam pelatihan kemarin adalah hati yg halus itu (akal), dengan demikian yang dimaksudkan dengan membangun kecerdasan hati yakni membangun kecerdasan akal. Sebab orang yang berakal adalah orang yang berdzikir, berikhtiar dan berfikir.
Potensi hati yang diberikan oleh Allah berfungsi untuk memahami ayat2 Allah seperti dalam surah Al-Hajj ayat 46 " Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati, yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tapi yang buta ialah hati yg didalam dada"
Terdapat pula dalam surah yang lain, diantaranya surah 16:78, surah 7:179, dibuka aja sendiri ya ^_^....

at least, andaikan teman2 yg malas datang liqo itu mengikuti pelatihan kemarin, mungkin mereka akan berpikir 1000 kali tuk absen dari liqo' pekanan, tapi sayangnya banyak teman2 yang gak ikuti kemarin, entah itu terbentur masalah ego pribadi ataupun masalah yg lain..yaahh..wallahu a'alam...yang saya tau nyesel banget andaikan saya sampe gak datang pelatihan kemarin^_^

dari seorang akhwat yang ingin selalu belajar ntuk semua akhwat seperjuangan
salam hangat.......
Fee-3

Read More......

CALEG PKS (PANTANG KORUPSI dan SUAP)

Makassar, 30/11-Partai Keadilan sejahtera (PKS) Kota Makassar, Ahad-30 November 2008 mengadakan pembekalan bagi seluruh caleg PKS Kota Makassar beserta Caleg PKS Sulsel daerah pemilihan Makassar. Acara ini berlangsung di media Center PKS Ruko Ramayana Jl. A.P.Pettarni. Sekitar 70 calon anggota legislatif ikut dalam pembekalan ini. Turut hadir Ketua DPW PKS Sulsel Ust.Najamuddin Marahamid, MA, Ketua PKS Kota makassar Muh.Taslim serta Arqam Azikin yang juga caleg PKS sari dapil 4 Sulsel dan Humas DPW Zulkifli Muis.

Dalam arahanannya, ketua DPW PKS Sulsel Ust.Najamuddin Marahamid memberikan motivasi bagi caleg untuk bekerja maksimal memenangkan Partai dakwah ini. "PKS tidak membatasi bagi caleg untuk melakukan sosialisasi, silakan memasang baliho ataupun alat peraga lainnya akan tetapi jauh lebih efektif jika kita turun langsung menyapa masyarakat, mendegar langsung keluhannya dan sekaligus kita menyampaikan visi partai ini dan apa yang kita akan perjuangkan nantinya". Kata najamuddin.

Najamuddin menambahkan, "Jika nantinya rakyat mempercayakan kita untuk menjadi legislator, maka kita harus memegang tegug komitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. sekarang ini cita anggota dewan sangat buruk karena kasus korupsi, kasus asusila, gaya hidup mewah dan banyak perilaku kurang baik yang diperlihatkan anggota dewan. Alhamdulillah aleg PKS bersih dari kasus korupsi dan suap karena Aleg PKS itu (Pantang Korupsi dan Suap). PKS menerapkan kontrol yang ketat terhadap kinerja dan perilaku anggota dewan. PKS juga menginstruksikan seluruh caleg untuk membantu dalam pengungkapan penyelewengan yang terjadi baik di legislative maupun di eksekutif.

Dalam penentuan menjadi caleg, PKS juga sangat ketat dalam memverifikasi calon anggota legislatif dan alhamdulillah tidak yang bermsalah ijazah palsu, tidak ada laporan masyarakat terkait caleg kita. "Diakhir penyampainnya, ust najamuddin kembali mengingatkan para caleg komitmen Pantang Korupsi dan Suap sebagai branding caleg PKS.

Sementara itu, Zulkifli Muis menjelaskan peran media sebagai mitra parpol untuk mengawal demokrasi. "Kita harus sinergi bersama dengan media untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat", tegas zulkifli. "kita selayaknya membantu media untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait kinerja, penganggaran APBD, kebijakan serta peraturan daerah yang dibuat agar masyarakat bisa mengetahui perwakilan mereka di dewan sedang memperjuangkan aspirasinya", kata zulkifli. Diakhir pertemuan, semua caleg menandatangani kontrak politik untuk Pantang Korupsi dan Suap (PKS).

Muh. Ilham (Tim Media PKS)

Read More......

Ketika Cinta terurai Menjadi Perbuatan

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua.
Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu.Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu.
Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk encintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.
Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan
dan tidak nyata...

Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon;
akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.
Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh perbuatan.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa
integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini
adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang
dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.

Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka
perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.**

Sumber : dudung.net

Read More......